Sistem Komputer
Informatika Kelas X • SMAN 1 Godong
SISTEM KOMPUTER
Mata Pelajaran: Informatika Kelas X
Guru Pengampu:
M. Asif Ashari, S.Kom
Wednesday, August 25, 2021
Pengertian Daya Listrik
Pengertian Daya Listrik dan Rumus untuk Menghitungnya – Daya Listrik atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Electrical Power adalah jumlah energi yang diserap atau dihasilkan dalam sebuah sirkuit/rangkaian. Sumber Energi seperti Tegangan listrik akan menghasilkan daya listrik sedangkan beban yang terhubung dengannya akan menyerap daya listrik tersebut. Dengan kata lain, Daya listrik adalah tingkat konsumsi energi dalam sebuah sirkuit atau rangkaian listrik. Kita mengambil contoh Lampu Pijar dan Heater (Pemanas), Lampu pijar menyerap daya listrik yang diterimanya dan mengubahnya menjadi cahaya sedangkan Heater mengubah serapan daya listrik tersebut menjadi panas. Semakin tinggi nilai Watt-nya semakin tinggi pula daya listrik yang dikonsumsinya.
Sedangkan berdasarkan konsep usaha, yang dimaksud dengan daya listrik adalah besarnya usaha dalam memindahkan muatan per satuan waktu atau lebih singkatnya adalah Jumlah Energi Listrik yang digunakan tiap detik. Berdasarkan definisi tersebut, perumusan daya listrik adalah seperti dibawah ini :
P = E / t
Dimana :
P = Daya Listrik
E = Energi dengan satuan Joule
t = waktu dengan satuan detik
Dalam rumus perhitungan, Daya Listrik biasanya dilambangkan dengan huruf “P” yang merupakan singkatan dari Power. Sedangkan Satuan Internasional (SI) Daya Listrik adalah Watt yang disingkat dengan W. Watt adalah sama dengan satu joule per detik (Watt = Joule / detik)
Satuan turunan Watt yang sering dijumpai diantaranya adalah seperti dibawah ini :
1 miliWatt = 0,001 Watt
1 kiloWatt = 1.000 Watt
1 MegaWatt = 1.000.000 Watt
Rumus Daya Listrik
Rumus umum yang digunakan untuk menghitung Daya Listrik dalam sebuah Rangkaian Listrik adalah sebagai berikut :
P = V x I
Atau
P = I2R
P = V2/R
Dimana :
P = Daya Listrik dengan satuan Watt (W)
V = Tegangan Listrik dengan Satuan Volt (V)
I = Arus Listrik dengan satuan Ampere (A)
R = Hambatan dengan satuan Ohm (Ω)
Contoh-contoh Kasus Perhitungan Daya Listrik
Contoh Kasus I :
Sebuah Televisi LCD memerlukan Tegangan 220V dan Arus Listrik sebesar 1,2A untuk mengaktifkannya. Berapakah Daya Listrik yang dikonsumsinya ?
Penyelesaiannya
Diketahui :
V = 220V
I = 1,2A
P = ?
Jawaban :
P = V x I
P = 220V x 1,2A
P = 264 Watt
Jadi Televisi LCD tersebut akan mengkonsumsi daya listrik sebesar 264 Watt
Tuesday, June 23, 2020
Alat Ukur Tinggi Badan dengan Arduino
A.ALAT DAN BAHAN
1. Arduino Uno
2. Hc-SR04 / Sensor Ultrasonic
3. Lcd 16 x 2
4. I2c
B. GAMBAR RANGKAIAN
Vcc -----> 5v Arduino
Gnd -----> GND Arduino
Vcc -----> 5v Arduino
Gnd -----> GND Arduino
C. SKETCH PROGRAM
#include <LiquidCrystal_I2C.h>
#define trigPin 2
#define echoPin 3
LiquidCrystal_I2C lcd(0x27 ,16,2);
int jarak = 200;
int tinggi;
void setup() {
pinMode(trigPin, OUTPUT);
pinMode(echoPin, INPUT);
Serial.begin(9600);
lcd.begin(16,2);
lcd.setCursor(2,0);
lcd.print("SISTEM AKTIF");
delay(1000);
lcd.clear();
lcd.setCursor(0,0);
lcd.print("Tinggi : ");
}
void loop() {
long duration, gape;
digitalWrite(trigPin, LOW);
delayMicroseconds(2);
digitalWrite(trigPin, HIGH);
delayMicroseconds(10);
digitalWrite(trigPin, LOW);
duration = pulseIn(echoPin, HIGH);
gape = (duration/2) / 29.0;
tinggi = jarak - gape;
lcd.setCursor(8,0);
lcd.print(tinggi);
lcd.print(" ");
lcd.print("CM");
lcd.print(" ");
}
Physical Distancing Menggunakan Arduino
A. ALAT DAN BAHAN
1. Arduino Uno
2. Sensor Ultrasonic / HC-SR04
3. Buzzer
4. Kabel Jumper
B. GAMBAR RANGKAIAN
- Sensor Ultrasonic
pin Trigger -----> Pin 11 Arduino
pin Echo -----> Pin 12 Arduino
Vcc -----> 5v Arduino
Gnd -----> GND Arduino
- Buzzer
Kaki (+) ----->Pin 4 Arduino
Kaki (-) ----->Pin GND Arduino
C. KODE PEMROGRAMAN
int trig = 11;
int echo = 12;
long durasi, jarak;
int pinBuzzer = 4;
void setup() {
Serial.begin(9600);
pinMode(trig, OUTPUT);
pinMode(echo, INPUT);
pinMode(pinBuzzer, OUTPUT);
}
void loop() {
digitalWrite(trig, LOW);
delayMicroseconds(8);
digitalWrite(trig, HIGH);
delayMicroseconds(8);
digitalWrite(trig, LOW);
delayMicroseconds(8);
durasi = pulseIn(echo, HIGH);
jarak = (durasi / 2) / 29.1;
Serial.print(jarak);
Serial.println(" cm");
if(jarak < 60){
digitalWrite(pinBuzzer, HIGH);
delay(200);
digitalWrite(pinBuzzer, LOW);
delay(200);
digitalWrite(pinBuzzer, HIGH);
delay(200);
digitalWrite(pinBuzzer, LOW);
delay(1000);
}else{
digitalWrite(pinBuzzer, LOW);
}
}
D. KESIMPULAN
Ababila Sensor ultrasonic mendeteksi jarak < 60 cm maka Buzzer akan berbunyi
Tuesday, May 26, 2020
Cara Menghitung Nilai Resistor Pada LED
I = Arus LED
Vs = Tegangan sumber( bisa battery 12V, atau sumber tegangan lainnya).
Vd = Tegangan kerja LED
– Tegangan kerja LED (Vd): 1,8V, dan
– Arus LED (I): 20 mili Ampere = 0,02 Ampere (karena 1000 mili Ampere = 1 Ampere).
= (Vs-Vd) / I
= (12 volt – 1,8 volt) / 0,02
= 10,2 / 0.02
= 510 ohm
= (Vs-Vd) / I
= (12 volt – 3 volt) / 0,02
= 9 / 0.02
= 450 ohm
– Tegangan kerja LED (Vd): 1,8V, dan
– Arus LED (I): 20 mili Ampere = 0,02 Ampere (karena 1000 mili Ampere = 1 Ampere).
= (5-1,8) / 0,02
= 160 ohm
= (Vs-Vd) / I
= (5 volt – 1,8 volt) / 0,02
= 3,2 / 0.02
= 160 ohm
= (12V – (2,4V+2,4V+2,4V)) / 0.02 A
= (12V – 9.6 V) / 0.02 A
= 120 ohm
Monday, May 25, 2020
Smart Plant ( Sistem Penyiraman otomatis Pada Tanaman ) Berbasis IOT
Pada kesempatan saya akan berbagai pengalaman bagai mana cara membuat Smart Plant ( Sistem Penyiraman otomatis Pada Tanaman ) Berbasis IOT langsung saja bahan yang digunakan adalah :
1. NodeMcu esp 8266
2. Relay 1 Chanel
3. Sensor Kelembapan
4. LCD 16 x2 dengan I2c
5. Pompa Air 12 V
Gambar Rangkaian :
















