loading...

Friday, February 7, 2020

Pengenalan Arduino




Arduino merupakan platform prototyping open-source hardware yang    mudah    digunakan    dalam    membuat    suatu    projek    berbasis pemrogaman. Arduino Board mampu membaca inputan berupa sensor, tombol dan  mengolah  menjadi  outputan  seperti  mengaktifkan  motor, menyalakan  LED  dan  sebagainya.  Anda  dapat  memprogam  Arduino Board dengan memberikan set instruksi tertentu dengan menggunakan Arduino programming language, dan Software Arduino (IDE).

Mikrokontroller
Menurut Chamim (2012) Mikrokontroler adalah sebuah sistem komputeryang seluruh atau sebagian besar elemennya dikemas dalam satu chip IC,sehingga sering disebut single chip microcomputer. mikrokontroller sering dikenal dengan sebut μC, uC, atau MCU. Terjemahan bebas dari pengertian  tersebut,  bisa  dikatakan  bahwa  mikrokontroller  adalah komputer   yang   berukuran   mikro   dalam   satu   chip  IC   (integrated circuit) yang terdiri dari processor, memory, dan antarmuka yang bisa diprogram.  Jadi  disebut  komputer  mikro  karena  dalam  IC  atau  chip mikrokontroller  terdiri  dari  CPU,  memory,  dan  I/O  yang  bisa  kita kontrol  dengan  memprogramnya.  I/O  juga  sering  disebut  dengan GPIO  (General  Purpose  Input  Output  Pins) yang berarti : pin yang bisa kita program sebagai input atau output sesuai kebutuhan.

Keuntungan  Menggunakan Arduino
Arduino  menyederhanakan  proses  bekerja  dengan  mikrokontroler, tetapi  menawarkan  berbagai  keuntungan  bagi  guru,  siswa,  dan  semua orang yang tertarik dengan Arduio seperti :
Murah–Arduino Board relatif murah kalau di Indonesia dr harga Rp  100.000 –Rp  400.000,  harga  tersebut  bisa  kalian  temukan dari Arduino yang clone sampai Arduino yang asli.
Cross-platform–Software  Arduino  (IDE)  lebih  fleksibel  karena dapat   digunakan   di   Windows,   Macintosh   OSX,   dan   sistem operasi   Linux.   Kebanyakan   software   mikrokontroler   hanya tersedia di Windows.
Sederhana  untuk  dipelajari –Software  Arduino  (IDE)  mudah digunakan untuk pemula dan tingkat lanjut.
Open   Source   dan   Software   ectensible –Perangkat   lunak Arduino  diterbitkan  sebagai  alat  Open  Source.  Bahasa yang digunakan  ialah  bahasa  C  untuk  AVR  dan  dapat  dikembangkan lagi untuk membuat library melalui C++.
Open   source   dan   hardware   extensible –Arduino   Board diterbitkan   di   bawah   lisensi   Creative   Commons,   sehingga desainer   sirkuit   yang   berpengalaman   dapat  membuat   versi mereka sendiri, dan mengembangkan sendiri. Bahkan pengguna yang relatif tidak berpengalaman dapat membangun versi papan arduinountuk memahami cara kerjanya dan menghemat uang.

Contoh proyek menggunakan arduino



loading...
body

Internet Of Think (IOT)



Internet of Things Perkembangan teknologi semakin pesat dari waktu ke waktu. Dulu, mungkin kita hanya bisa berimajinasi atau menonton film-film fiksi sains soal teknologi canggih. Kini, berbagai peralatan/mesin sudah dilengkapi dengan kecanggihan teknologi yang bisa memudahkan pekerjaan kita sehari-hari. Mulai dari mobil pintar (smart car) yang bisa jalan sendiri ke berbagai tujuan tanpa pengemudi manusia, hingga mesin pintar semacam Alexa yang bisa bersuara mengingatkan Anda untuk melakukan ini-itu sesuai jadwal. Seluruh teknologi terbaru ini adalah bagian dari Internet of Things.
Pengertian Internet Of Think
 Internet of Things adalah suatu konsep dimana objek tertentu punya kemampuan untuk mentransfer data lewat jaringan tanpa memerlukan adanya interaksi dari manusia ke manusia ataupun dari manusia ke perangkat komputer.
Internet of Things leih sering disebut dengan singkatannya yaitu IoT. IoT ini sudah berkembang pesat mulai dari konvergensi teknologi nirkabel, micro-electromechanical systems (MEMS), dan juga Internet.
IoT ini juga kerap diidentifikasikan dengan RFID sebagai metode komunikasi. Walaupun begitu, IoT juga bisa mencakup teknologi-teknologi sensor lainnya, semacam teknologi nirkabel maupun kode QR yang sering kita temukan di sekitar kita.
Apa saja kemampuan dari IoT? Adapun kemampuannya bermacam-macam contohnya dalam berbagi data, menjadi remote control, dan masih banyak lagi yang lainnya. Sebenarnya fungsinya termasuk juga diterapkan ke benda yang ada di dunia nyata, di sekitar kita. Apa saja contohnya? Contohnya adalah untuk pengolahan bahan pangan, elektronik, dan berbagai mesin atau teknologi lainnya yang semuanya tersambung ke jaringan lokal maupun global lewat sensor yang tertanam dan selalu menyala aktif.
Jadi, sederhananya istilah Internet of Things ini mengacu pada mesin atau alat yang bisa diidentifikasikan sebagai representasi virtual dalam strukturnya yang berbasis Internet.
Cara Kerja Internet of Things itu seperti apa? Sebenarnya IoT bekerja dengan memanfaatkan suatu argumentasi pemrograman, dimana tiap-tiap perintah argumen tersebut bisa menghasilkan suatu interaksi antar mesin yang telah terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan tanpa terbatas jarak berapapun jauhnya.
Jadi, Internet di sini menjadi penghubung antara kedua interaksi mesin tersebut. Lalu di mana campur tangan manusia? Manusia dalam IoT tugasnya hanyalah menjadi pengatur dan pengawas dari mesin-mesin yang bekerja secara langsung tersebut.
Adapun tantangan terbesar yang bisa menjadi hambatan dalam mengkonfigurasi IoT adalah bagaimana menyusun jaringan komunikasinya sendiri. Mengapa itu menjadi sulit dan problematik? Ini sebenarnya dikarenakan jaringannya sangatlah kompleks. Selain itu, IoT juga sesungguhnya sangat perlu suatu sistem keamanan yang cukup ketat. Disamping masalah tersebut, biaya pengembangan IoT yang mahal juga sering menjadi penyebab kegagalannya. Ujung-ujungnya, pembuatan dan pengembangannya bisa berakhir gagal produksi.

Unsur-unsur Pembentuk IoT

Ada beberapa unsur pembentuk IoT yang mendasar termasuk kecerdasan buatan, konektivitas, sensor, keterlibatan aktif serta pemakaian perangkat berukuran kecil. Berikut, kami akan menjelaskan masing-masing unsur pemberntuk tersebut dengan singkat:
  • Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) − IoT membuat hampir semua mesin yang ada menjadi “Smart”. Ini berarti IoT bisa meningkatkan segala aspek kehidupan kita dengan pengembangan teknologi yang didasarkan pada AI. Jadi, pengembangan teknologi yang ada dilakukan dengan pengumpulan data, algoritma kecerdasan buatan, dan jaringan yang tersedia. Sebenarnya ya contohnya bisa jadi mesin yang tergolong sederhana semacam meningkatkan/mengembangkan lemari es/kulkas Anda sehingga bisa mendeteksi jika stok susu dan sereal favorit Anda sudah hampir habis, bahkan bisa juga membuat pesanan ke supermarket secara otomatis jika stok mau habis. Penerapan kecerdasan buatan ini memang sangatlah menarik.
  • Konektivitas − Dalam IoT, ada kemungkinan untuk membuat/membuka jaringan baru, dan jaringan khusus IoT. Jadi, jaringan ini tak lagi terikat hanya dengan penyedia utamanya saja. Jaringannya tidak harus berskala besar dan mahal, bisa tersedia pada skala yang jauh lebih kecil dan lebih murah. IoT bisa menciptakan jaringan kecil tersebut di antara perangkat sistem.
  • Sensor − Sensor ini merupakan pembeda yang membuat IoT unik dibanding mesin canggih lainnya. Sensor ini mampu mendefinisikan instrumen, yang mengubah IoT dari jaringan standar dan cenderung pasif dalam perangkat, hingga menjadi suatu sistem aktif yang sanggup diintegrasikan ke dunia nyata sehari-hari kita.
  • Keterlibatan Aktif (Active Engagement) − Engangement yang sering diterapkan teknologi umumnya yang termasuk pasif. IoT ini mengenalkan paradigma yang baru bagi konten aktif, produk, maupun keterlibatan layanan.
  • Perangkat Berukuran Kecil − Perangkat, seperti yang diperkirakan para pakar teknologi, memang menjadi semakin kecil, makin murah, dan lebih kuat dari masa ke masa. IoT memanfaatkan perangkat-perangkat kecil yang dibuat khusus ini agar menghasilkan ketepatan, skalabilitas, dan fleksibilitas yang baik.

Sejarah dan Perkembangan IoT

Mengingat bahwa IoT ini adalah teknologi canggih yang mampu melakukan transfer data lewat jaringan dengan interaksi yang mudah, masa depan dari pengembangannya jadi sangat menjanjikan. Kehidupan manusia sehari-harinya bisa dioptimalkan dan dipermudah dengan sensor cerdas dan peralatan pintar yang berbasis internet ini.
Awalnya, internet itu sendiri mulai terkenal di tahun 1989. Lalu pada tahun 1990, seorang peneliti bernama John Romkey membuat suatu perangkat yang kala itu tergolong canggih. Perangkatnya adalah pemanggang roti yang bisa dinyalakan atau juga dimatikan lewat internet.
Kemudian di tahun 1994, seseorang bernama Steve Mann menciptakan WearCam, dan pada tahun 1997-nya si Paul Saffo menjelaskan secara singkat mengenai penemuannya soal teknologi sensor dan masa depannya nanti. Barulah di tahun 1999 Kevin Ashton membuat konsep Internet of Things. Kevin ini adalah Direktur Auto IDCentre dari MIT.
Di tahun yang sama, yaitu 1999, ditemukan mesin yang sistemnya berbasis Radio Frequency Identification (RFID) secara global. Nah, penemuan inilah yang jadi awal kepopuleran dari konsep IoT. Orang-orang, terutama pakar teknologi jadi berlomba-lomba mengembangkan teknologinya sesuai konsep IoT.
Lalu, di tahun 2000, brand ternama LG mengumumkan rencananya untuk membuat dan merilis teknologi IoT yaitu lemari pintar. Lemari pintar ini mampu menentukan apakah ada stok makanan yang perlu diisi ulang dalam lemarinya.
Kemudian, di tahun 2003, FRID yang sebelumnya telah disebutkan, mulai ditempatkan pada posisi penting dalam masa pengembangan teknologi di Amerika, melalui Program Savi. Pada tahun yang sama pula, perusahaan ritel raksasa Walmart mulai menyebarkan RFID di semua cabang tokonya yang tersedia di berbagai belahan dunia.
IoT kembali terkenal di tahun 2005, yaitu pada saat media-media ternama semacam The Guardian dan Boston Globe mulai mengutip banyak sekali dari artikel ilmiah dan proses pengembangan IoT. Hingga tahun 2008, berbagai macam perusahaan setuju untuk meluncurkan IPSO untuk memasarkan penggunaan IP dalam jaringan bagi “Smart Object” yang juga bertujuan mengaktifkan IoT itu sendiri.

loading...
body

Tuesday, January 28, 2020

Menyalakan Motor DC Menggunakan Kartu RFID

Jika kita ingin menyalakan sesuatu pasti identik dengan tombol, kemudian saklar, kemudian kunci, kebayang ndak jika kita ingin menyalakan sesuatu cukup dengan kartu????, di era moderen ini semua serba canggih kita bisa menyalakan lampu cukup dengan menempel kartu, kita membayar tol pun cukup dengan menempelkan kartu, karyawan absensi pun cukup dengan menempelkan kartu. pada kesempatan kali ini saya ingin berbagai pengalaman bagaimana menyalakan motor RC dengan menggunakan kartu, tidak cuma menyalakan Motor Rc, Kita bisa mengaplikasikannya bisa dengan menyalakan lampu, kipas, dll dikarenakan pengontrolanya menggunakan relay yang suport arus AC dan DC

Untuk Gambar Rangkaiannya sbb:

Keterangan Rangkaian :
§  Kaki SDA Modul RFID ===> Pin 10 Arduino
§  Kaki SCK Modul RFID ===> Pin 13 Arduino
§  Kaki MOSI Modul RFID ===> Pin 11 Arduino
§  Kaki MISO Modul RFID ===> Pin 12 Arduino
§  Kaki IRQ Dikosongkan§  Kaki Data Relay/IN ===> Pin 7 Arduino
§  Kaki Negatif/Pendek Buzzer ===> Pin 8 Arduino
§  Kaki Positif/Panjang Buzzer ===> Power(+) 5V
§  Salah Satu Pin Motor ===> Power(-)/GND Adaptor/Power Supply
§  Pin Motor Yang Lain ===> Port NO Relay (Normally Open)
§  Kabel Power (+) Adaptor ===> Port COM Relay (Yang Tengah)
§   Kaki vcc pada module RFID dihubungkan ke sumber power positif 3,3 v (bisa dari 3,3v Arduino). Ingat, harus 3,3V … !!! Jangan hubungkan ke 5V karena bisa merusak modul RFID nya … !!!
§ 
Kaki gnd/ground pada masing-masing komponen hubungkan ke sumber negatif power (dihubungkan ke pin gnd Arduino, ground masing-masing komponen dan Arduino harus saling terhubung)
Sourcode 

#include <SPI.h>
#include <MFRC522.h>
#include <Wire.h>

// inialisasi pin RFID, buzzer, dan relay
#define SS_PIN 10
#define RST_PIN 9
MFRC522 mfrc522(SS_PIN, RST_PIN);
int pinBuzzer = 8;
int pinRelay = 7;

// inialisasi variabel kondisi
int kondisi;


// ===================== PROGRAM PENGATURAN AWAL ======================= //

void setup()
{
  // inialisasi baud rate serial monitor
  Serial.begin(9600); // Initiate a serial communication
  SPI.begin(); // Initiate SPI bus
  mfrc522.PCD_Init(); // Initiate MFRC522

  // inialisasi status I/O pin
  pinMode(pinBuzzer, OUTPUT);
  pinMode(pinRelay, OUTPUT);

  // mematkan buzzer dan relay di awal program
  digitalWrite(pinBuzzer, HIGH);
  digitalWrite(pinRelay, HIGH);

  // kondisi awal = 0
  kondisi = 0;
}

// ============================== PROGRAM UTAMA ============================== //

void loop()
{

  // cek kartu RFID baru
  if ( ! mfrc522.PICC_IsNewCardPresent())
  {
    return;
  }

  // memilih kartu RFID
  if ( ! mfrc522.PICC_ReadCardSerial())
  {
    return;
  }

  // menampilkan ID kartu RFID pada Serial Monitor
  Serial.print("UID:");
  String content = "";
  byte letter;
  for (byte i = 0; i < mfrc522.uid.size; i++)
  {
    Serial.print(mfrc522.uid.uidByte[i] < 0x10 ? " 0" : " ");
    Serial.print(mfrc522.uid.uidByte[i], HEX);

    content.concat(String(mfrc522.uid.uidByte[i] < 0x10 ? " 0" : " "));
    content.concat(String(mfrc522.uid.uidByte[i], HEX));
  }

  content.toUpperCase();

  // *** PROGRAM JIKA KARTU RFID SESUAI DENGAN YANG TERDAFTAR *** //
  // ****** ubah ID katu RFID yang ingin didaftarkan di sini ****** //
  if (content.substring(1) == "67 DF 74 E3")
  {


    // PROGRAM "ON" alat

    // jika kondisi = 0
    if (kondisi == 0)
    {
      // relay dinyalakan
      // alat dalam kondisi "ON"
      // buzzer menyala
      digitalWrite(pinRelay, LOW);
      digitalWrite(pinBuzzer, LOW);
      delay(1000);
      // buzzer dimatikan
      digitalWrite(pinBuzzer, HIGH);
      delay(1000);
      // kondisi menjadi = 1
      kondisi = 1;
    }

    // PROGRAM "OFF" alat

    // jika kondisi = 1
    else if (kondisi == 1)
    {
      // relay dimatikan
      // alat dalam kondisi "ON"
      // buzzer menyala
      digitalWrite(pinRelay, HIGH);
      digitalWrite(pinBuzzer, LOW);
      delay(1000);
      // buzzer dimatikan
      digitalWrite(pinBuzzer, HIGH);
      delay(1000);
      // kondisi menjadi = 0
      kondisi = 0;
    }
  }

  // PROGRAM JIKA KARTU RFID YANG DIGUNAKAN SALAH ATAU TIDAK TERDAFTAR

  else {
    // buzzer berbunyi pendek 3 kali
    digitalWrite(pinBuzzer, LOW);
    delay(300);
    digitalWrite(pinBuzzer, HIGH);
    delay(300);
    digitalWrite(pinBuzzer, LOW);
    delay(300);
    digitalWrite(pinBuzzer, HIGH);
    delay(300);
    digitalWrite(pinBuzzer, LOW);
    delay(300);
    digitalWrite(pinBuzzer, HIGH);
    delay(300);
  }
}



loading...
body

Membuat Mobil Remot Kontrol Dengan Bluetooth di Arduino


Dahulu kala di era tahun 90 an di kala kecil sering membuat mobil-mobilan dari kayu untuk kontrol nya biasanya diikat dengan tali rafia jika kita ingin membelokan mobil terebut kita tinggal tarik ke kanan jika kita ingin membelokan ke kiri maka tinggal tarik ke kiri, permainan tersebut dulu sudah sangat senang sekali, seiring berkembangnya teknologi sekarang mobil bisa di kontrol dengan remot kontrol dr harga 200 an bahkan sampai jutaan,

Jika kalian suka berkreasi pasti lebih senang jika membuat sendiri dibandingkan membeli, ada nilai kebanggaan tersendiri  bila kita membuat sesuatu kemudian berhasil rasa bangga dan lelah akan luntur seketika, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagai pengalaman tentang membuat mobil remon kontrol dengan bluethoot. yang jadi pertanyaan bagai mana cara pengontrolannya???? untuk pengontrolannya menggunakan smart phone yang sudah terinstal aplikasi motor rc dengan koneksi blutooth, anda penasaran???? monggo simak tutorial dibawah ini

persiapkan bahan yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno   1 buah
2. HC-05 Bluethoot 1 Buah
3. L2986N Driver Motor 1 Buah
4. Sasis Kit 2 WD 1 Set
5. Kabel Jumper Secukupnya
6. Battray

Rangkaian
Keterangan :
Pengkabelan Arduino Dengan L298N

Pin 3 Arduino ----> In 1    L298 N
Pin 5 Arduino ----> In 2    L298 N
Pin 9 Arduino ----> In 3    L298 N
Pin 10 Arduino ----> In 4    L298 N
Pin 5v Arduino ----> In +5v    L298 N
Pin Gnd Arduino ----> Gnd    L298 N

Pengkabelan Arduino Dengan HC-05

Pin 12 Arduino ----> TX    HC-05
Pin 13 Arduino ----> RX   HC-05
Pin 5v Arduino ----> VCC    HC-05
Pin Gnd Arduino ----> GND    HC-05


Sketch Programnya

// For Motor Driver L298N
#include <SoftwareSerial.h>
SoftwareSerial mySerial(12, 13); // TX,RX
#define MR1 3  // IN1
#define MR2 5  // IN2
#define ML1 9  // IN4
#define ML2 10 // IN3

/*
int MR1 = 3;  // IN1
int MR2 = 5;  // IN2
int ML1 = 9;  // IN4
int ML2 = 10; // IN3
*/

int data=0;
int Speed=0;
boolean maju=true;
int kec[11]={0,80,100,120,140,160,180,200,220,240,255}; //array kecepatan

void setup(){
  mySerial.begin(9600);
  pinMode(MR1,OUTPUT);
  pinMode(MR2,OUTPUT);
  pinMode(ML1,OUTPUT);
  pinMode(ML2,OUTPUT);
}

void motorOut(unsigned char lpwm, unsigned char rpwm, boolean arrow){

  if(arrow==false){
    digitalWrite(ML1,HIGH);
    digitalWrite(MR1,LOW);
    analogWrite(ML2,255-lpwm);
    analogWrite(MR2,rpwm);
    }
  else{
    digitalWrite(ML1,LOW);
    digitalWrite(MR1,HIGH);
    analogWrite(ML2,lpwm);
    analogWrite(MR2,255-rpwm);
    }
}

void loop(){

  /* Commands/Characters sent from APP Bluetooth RC Controller (ANDROID)
  Forward ->F
  Back  -> B
  Left  -> L
  Right -> R
  Forward Left  -> G
  Forward Righ  -> I
  Back Left -> H
  Back Right  -> J
  Stop  -> S
  Speed 10  -> 1
  Speed 20  -> 2
  Speed 30  -> 3
  Speed 40  -> 4
  Speed 50  -> 5
  Speed 60  -> 6
  Speed 70  -> 7
  Speed 80  -> 8
  Speed 90  -> 9
  Speed 100 -> q
  Stop All  -> D */

  if(mySerial.available()>0){
    data=mySerial.read();
 
    //penyimpan data kecepatan
    if (data =='0') { Speed=0; }
    else if (data =='1') { Speed=1;}
    else if (data =='2') { Speed=2;}
    else if (data =='3') { Speed=3;}
    else if (data =='4') { Speed=4;}
    else if (data =='5') { Speed=5;}
    else if (data =='6') { Speed=6;}
    else if (data =='7') { Speed=7;}
    else if (data =='8') { Speed=8;}
    else if (data =='9') { Speed=9;}
    else if (data =='q') { Speed=10;}
 
    if (data=='S')
    {
      motorOut(0,0,false);
    } // S=Stop
 
    if (data=='F')
    {
      motorOut(kec[Speed],kec[Speed],true);
    } // F=Maju
 
    if (data=='I')
    {
      motorOut(kec[Speed],((kec[Speed])/2),true);
    } // I=Maju sambil belok kanan
 
    if (data=='G')
    {
      motorOut(((kec[Speed])/2),kec[Speed],true);
    } // G=Maju sambil belok kiri
 
    if (data=='R')
    {
      motorOut(kec[Speed],0,true);
    } // R=Belok kanan
 
    if (data=='L')
    {
      motorOut(0,kec[Speed],true);
    } // L=Belok kiri
 
    if (data=='B')
    {
      motorOut(kec[Speed],kec[Speed],false);
    } // B=Mundur
 
    if (data=='H')
    {
      motorOut(((kec[Speed])/2),kec[Speed],false);
    } // H=Mundur sambil belok kiri
 
    if (data=='J')
    {
      motorOut(kec[Speed],((kec[Speed])/2),false);
    } // J=Mundur sambil belok kanan
  }
}



Di Sketch Program Terdapat Library #include <SoftwareSerial.h> jika belum punya bisa di download Di Sini

kalau sudah selesai semua mulai dari perakitan dan pemrograman, kemudian yang perlu disiapkan adalah kontroller nya yaitu aplikasi smartphone Blutooth RC Controller  yang bisa di download di playstore https://play.google.com/store/apps/details?id=braulio.calle.bluetoothRCcontroller

Kalau sudah terinstal koneksikan Smartphone dengan HC-05 apabila diminta pasword masukan pasword 1234 dan mobil remot siap digunakan

Terima kasih Semoga Bermanfaat

loading...
body

Monday, January 27, 2020

Pemrograman Sensor Ultrasonic dengan Relay di Arduino

pada kesempatan yang lalu kita sudah belajar mengenai program-sensor-ultrasonic kali ini kita kembangkan dengan menggunakan relay supaya bisa diaplikasikan dengan kipas, lampu, dinamo, pompa air mini dll

langsung saja siapkan peralatan yang dibutuhkan untuk merangkai rangkaian tersebut
1 Buah Arduino Uno
1 Buah Bread Board
Kabel Jumper secukupnya
1 Buah HC-SR04 Ultrasonic

Rangkaian


Keterangan
1.  pin VCC HC-SR04 ke pin 5V Arduino
2. pin Trig HC-SR04 ke pin 11 Arduino
3. pin Echo HC-SR04 ke pin 10 Arduino
4. pin GND HC-SR04 ke pin GND Arduino
4   5. Pin VCC Relay ke pin 5V Arduino
     6. Pin IN Relay ke pin 6 Arduino
     7. Pin GND Relay ke Pin GND Arduino


Sketch Program

// defines pins numbers
const int trigPin = 11;
const int echoPin = 10;
const int relayPin = 6;

// defines variables
long duration;
int distance;
long distancemm;

void setup() {
  // put your setup code here, to run once:
pinMode(trigPin, OUTPUT); // Sets the trigPin as an Output
pinMode(echoPin, INPUT); // Sets the echoPin as an Input
pinMode(relayPin, OUTPUT);// Control Pin 
//Serial.begin(9600); // Starts the serial communication
}

void loop() {
  // put your main code here, to run repeatedly:
// Clears the trigPin
digitalWrite(trigPin, LOW);
delayMicroseconds(2);
// Sets the trigPin on HIGH state for 10 micro seconds
digitalWrite(trigPin, HIGH);
delayMicroseconds(10);
digitalWrite(trigPin, LOW);
// Reads the echoPin, returns the sound wave travel time in microseconds
duration = pulseIn(echoPin, HIGH);
// Calculating the distance
distance= duration*0.034/2;
distancemm = distance*10+30;

//Control 
if (distancemm <= 120)
{
 for (int i=0; i <= 50; i++){
      digitalWrite(relayPin, HIGH);
      delay(10);
   }
   
}
else if (distancemm >= 121)
{
  digitalWrite(relayPin, LOW); 
}
else
{
  //Safe! Continue usual tasks...
}

// Prints the distance on the Serial Monitor
//Serial.print("Distance: ");
//Serial.println(distance);
//Serial.print("Distance: ");
//Serial.print(distancemm);
//Serial.println("mm");
delay(250);
}
loading...
body

Membuat Lampu Flip Flop dengan arduino

pada kesempatan kali ini saya akan memberikan tutorial cara membuat lampu flip flop di arduino yang merupakan pengembangan dr project sebelumnya yaitu Led-berkedip-dengan-arduino langsung saja siapkan alat dan bahan yang di butuhkan

Alat dan Bahan
  • 2 Buah LED 5mm atau LED 3mm (Warna Bebas)
  • 2 Buah Resistor 100Ω Ohm
  • 3 Buah Kabel Jumper
  • 1 Buah Protoboard
  • 1 Buah Arduino
Rangkaian Lampu LED Flip-Flop



Keterangan
  • Pin GND Arduino (Warna Hitam) ke GND LED1 dan LED2 (Warna Hitam)
  • Pin 4 (Warna kuning) ke Resistor
  • Pin 3 (Warna Hijau) ke Resistor
  • Sisi lain dari Resistor di hubungkan ke Positif LED
Sketch Program

// Menyalakan LED Menggunakan Arduino UNO
// Menyalakan LED dengan Aktif HIGH

void setup()
{
   // menjadikan PIN 4 dan PIN 3 sebagai OUTPUT
   pinMode(4, OUTPUT);
   pinMode(3, OUTPUT);
}

void loop()
{
   // Menyalakan PIN 4 (HIGH = Memberi tegangan pada PIN 4)
   // Mematikan PIN 3 (LOW = Tidak Memberi tegangan pada PIN 3)
   digitalWrite(4, HIGH);
   digitalWrite(3,LOW);
   // Pause selama 1 detik
   delay(1000);

   // Mematikan PIN 4 (LOW = Tidak Memberi tegangan pada PIN 4)
   // Menyalakan PIN 3 (HIGH = Memberi tegangan pada PIN 3)
   digitalWrite(4, LOW);
   digitalWrite(3,HIGH);
   // Pause selama 1 detik
   delay(1000);
}



loading...
body

LED Berkedip Dengan Arduino

Pada Kesempatan kali ini saya ingin menjelaskan bagai mana membuat program arduino dengan menyalakan lampu led secara interfal atau berkedib. dengan menggunakan pin 4 di arduino


Alat dan Bahan
  • 1 Buah LED 5mm atau LED 3mm
  • 1 Buah Resistor 100Ω Ohm
  • 2 Buah Kabel Jumper
  • 1 Buah Protoboard
  • 1 Buah Arduino
untuk Rangkaian LED Berkedip dibawah ini


Keterangan
  • Pin GND Arduino (Warna Hitam) ke GND LED (Warna Hitam)
  • Pin 4 (Warna Merah) ke Resistor (Warna Merah)
  • Sisi lain dari Resistor di hubungkan ke Positif LED
Sketch Program:
// Menyalakan LED Menggunakan Arduino UNO
// Menyalakan LED dengan Aktif HIGH
void setup()
{
   // menjadikan PIN 4 sebagai OUTPUT
   pinMode(4, OUTPUT);
}

void loop()
{
   // Menyalakan PIN 4 (HIGH = Memberi tegangan pada PIN 4)
   digitalWrite(4, HIGH);
   // Pause selama 1 detik
   delay(1000);

   // Mematikan PIN 4 (LOW = Tidak Memberi tegangan pada PIN 4)
   digitalWrite(4, LOW);
   // Pause selama 1 detik
   delay(1000);
}





















loading...
body